Ringkasan Keikutsertaan Bapa Prelat pada Sinode para Uskup

Pada tanggal 12 Oktober, Uskup Javier Echevarría Rodríguez, Uskup tituler Cilibia, Prelat Opus Dei, menyampaikan pidatonya dalam Sinode Uskup tentang Evangelisasi Baru untuk Penyebaran Iman

From the Prelate

Umat Allah menginginkan para Uskup dan Imam menjadi teladan kekudusan, tentunya karena mereka mengalaminya setiap hari, lewat kehidupan sakramental serta melalui pelayanan mereka masing-masing. Mereka tentulah orang-orang yang berdoa dengan penuh iman, mencintai Sakramen Ekaristi sepenuh hati dan juga Sakramen Tobat, mereka menghidupiNya dengan tulus hati, agar mereka mendapat lebih banyak rahmat sehingga mampu membawa kabar baik itu kepada para Imam dan umat lainnya. Penerapan berbagai cara yang dimulai oleh Kristus untuk menjadikan diri mereka serupa denganNya akan memungkinkan umat, saat mendengarkan penggembalaan mereka, mendengarkan Tuhan kita; dan saat melihat mereka berdoa, umat akhirnya akan tergerak hatinya juga menjadi pendoa. Dan ketika melihat mereka sering menerima Sakramen Tobat, umat juga pada akhirnya akan melakukan hal yang sama.

Teladan kehidupan para Santo dan Santa juga berguna untuk dijadikan bahan refleksi, seperti Sang imam dari Ars, Santo Pius Pietrelcina, Santo Josemaría Escrivá serta yang baru saja dibeatifikasi, Beato Yohanes Paulus II. Saat Benediktus XVI mengingatkan kita, mereka meninggalkan pada kita teladan hidup akan cinta kepada Sakramen Tobat, dan dapat memperkuat kesadaran kita akan tugas dan tanggung jawab sebagai para gembala yang baik, yang tahu bagaimana mempersembahkan hidup mereka pada domba-domba mereka. Dengan juga menghimbau para Imam agar rutin hadir di ruang pengakuan dosa, banyak kowa akan datang membersihkan dosa-dosa mereka, dan lewat pengabdian ini banyak Panggilan akan bermunculan untuk seminari dan bagi kehidupan religius, serta berbagai Panggilan untuk menjadi ayah dan ibu yang baik bagi keluarga mereka.

Misa Pembukaan Tahun Iman

Dalam Homili mereka penting pula diperhatikan adanya sudut pandang doktrinal dan karunia berkata-kata. Bagi kebanyakan umat, Misa mingguan, bersama dengan Homilinya, adalah satu-satunya kesempatan mereka mendengarkan pesan Kristus lewat pengajaran para Imam melalui khotbah mereka. Lewat komitmen yang diperbaharui setiap hari, kotbah ini akan jauh menjadi lebih efektif, terlebih bila juga ditujukan kepada jiwa yang memberi kotbah itu sendiri: bila seseorang menghidupi apa yang dia katakan serta mengajarkan apa yang dia hidupi.

  • vatican.va